Budidaya Ikan Lele Dumbo Dengan Kolam
Terpal
Feb 3rd, 2010 | By galeriukm | Category:
Budidaya Ikan, Peternakan
Ikan Lele merupakan keluarga Catfish
yang memiliki jenis yang sangat banyak,
diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangkuriang dan
lain-lain. Pada tulisan terdahulu sudah dituliskan mengenai Budi Daya Ikan
Guramih Pada Kolam Terpal, pada kesempatan ini akan dibahas BUDI DAYA IKAN LELE
DUMBO pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele dumbo relatif lebih mudah dan
sederhana jika dibandingkan dengan budi daya guramih. Pada dasarnya metode Budi
Daya ini adalah solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan yang
sempit, modal yang tidak terlalu besar
dan solusi untuk daerah yang minim air. Lele Dumbo merupakan ikan yang memiliki
beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.
Aneka masakan dari lele bisa diperoleh
dengan mudah, rasa daging yang lezat dan gurih membuat bisnis budi daya lele
menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan keuntungan. Selain itu Lele dumbo
lebih mudah dipelihara dan cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air yang
“buruk” Lele dumbo bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik, dengan
demikian solusi pemeliharaan lele dumbo dengan terpal menjadi alternatif yang
perlu dicoba. Budi Daya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal mendatangkan
peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha yang
besar. Analisis budi daya Lele Dumbo dapa dilakukan dalam berbagai model untuk
konsumsi dan pembibitan.
Model Budi Daya Lele Dumbo
Peluang usaha Budi daya lele dumbo dengan
kolam terpal dapat dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan
pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit
merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan
permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budi Daya Ikan Lele Dumbo Konsumsi
merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo sampai ukuran dan bobot tertentu.
Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor. Ukuran
Lele Dumbo 1 Kg /ekor ke atas biasanya
digunakan pada kolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.
Salah Satu Model Kolam Terpal Lele Dumbo
Budi Daya Lele Dumbo Untuk Pembibitan
Peluang Usaha Budi Daya Lele dumbo Untuk
tujuan pembibitan bisa dilakukan antara lain:
- Pemijahan dan penetasan telur lele dumbo,
setelah menetas bisa dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau
dipelihara lagi sampai besar. Karena bibit lele dumbo baru menetas sudah bisa
dijual, sehingga merupakan peluang usaha bagi yang memilih menekuni bidang ini.
Jika lahan yang tersedia sempit solusi ini bisa menjadi alternatif. Modal untuk
usaha ini hanya tempat dan indukan lele dumbo. Bibit Lele dumbo baru menetas
biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang
ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo.
- Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam
kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran
2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas
hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga
memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan
tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap
terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak
atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa
pelet buatan pabrik.
- Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran
5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang
usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak
konsumsi.
Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi
Lele dumbo untuk keperluan konsumsi
biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil
panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang
ekstra dan optimal. Peluang usaha budi daya lele dumbo untuk konsumsi ini
relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap
penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo
yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan.
Persiapan Pembuatan Kolam Terpal
Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan
kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan
persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan
keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara. Untuk Pembesaran sampai tingkat
konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi
dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan
menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang
kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.
Pemeliharaan Lele Dumbo
Pertama kali kolam terpal diisi dengan air
yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa
diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun
dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan
ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam
perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di
daerah yang tertutup.
Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian
pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah
yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot,
kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, bisa diberikan makanan alami tersebut.
Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein
yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada
beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele
dan ikan lainnya.
Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air
yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar
kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang
pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan
seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele
mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele
dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu
pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.
(Galeriukm)
Lele Phyton Upaya Perbaikan Mutu Ikan Lele
Mar 18th, 2010 | By galeriukm | Category:
Budidaya Ikan
Mendengar nama Phyton bayangan kita tertuju
pada jenis ular yang bisa mencapai ukuran yang sangat besar dan mungkin
menakutkan bagi sebagian orang. Akan tetapi jika melihat Lele Phyton, bentuknya
jauh berbeda dengan ular phyton. Secara fisik Lele Phyton tidak terlalu jauh
berbeda dengan Lele jenis lain seperti Lele Dumbo, Lele Sangkuriang dan Ikan
Lele Lainnya. Bentuk fisik Lele Phyton mempunyai mulut kecil, kumis panjang,
kepala kecil, sedangkan badannya bulat dan panjang. Secara genetik Lele Phyton
merupakan hasil persilangan antara Lele Thailand dengan Lele Afrika yang
dikembangkan di Pandegelang, Banten.
Budi Daya Ikan Lele Phyton
Ihwal kelahiran jenis Lele Phyton ini
dikembangkan oleh tim persilangan lele yang diberi nama Sinar Kehidupan Abadi
(SKA) berlokasi di Desa Banyumundu, Kecamatan Cimanuk, tahun 1997. Tim SKA
sendiri yang terdiri dari Wawan Setyawan, Aji Satria Perambah Jati, Teja Swarna
Jati, Raja Jati Sonar Baskara, dan Uwak Bayu. Persilangan ini dilakukan karena
penyebaran Benih lele dumbo yang berkembang saat itu sudah mulai menurun
kualitasnya dan tidak jelas secara genetik.
Peluang usaha budi daya lele yang luas
karena permintaan yang terus meningkat membuat bisnis ini banyak diminati
orang. Sukses usaha budidaya ikan lele
dumbo dalam skala besar-besaran telah mengakibatkan terjadinya penurunan
kualitas benih lele dumbo yang ada di pembudidaya. Ini karena tidak adanya
pengelolaan induk yang baik sehingga terjadi perkawinan sekerabat (inbreeding).
Kelahiran Lele Phyton dan Sangkuriang menjadi jawaban untuk mengatasi
permasalahan tersebut.
Keunggulan Lele Phyton
Setelah melakukan serangkaian upaya uji
kelayakan, tim SKA akhirnya menemukan Lele Phyton mampu bertahan dalam suhu
yang diperlakukan berada di titik ekstrim panas maupun dingin. Selain itu Lele
phyton juga memiliki pertumbuhan yang cukup cepat,dari ukuran benih 7-8 cm membutuhkan
waktu 50 sampai 55 hari pemeliharaan untuk mencapai ukuran konsumsi. Sementara
pemeliharaan ukuran benih 9-10 cm hanya butuh waktu 40-45 hari hingga mencapai
masa panen. Untuk sementara ini penyebaran benih Lele Phyton memang masih
sangat terbatas, belum semua daerah terjangkau oleh Lele ini. Di Daerah asalnya
Pandegelang, benih Lele Phyton ada dua jenis ukuran yang dijual yaitu ukuran
7-8 cm seharga Rp 150,- perekor dan ukuran 9-10 cm seharga Rp 175,-
perekor.(Galeriukm).

0 comments:
Post a Comment